Tanda Rumah Tangga Berkah

0
68
Rumah Tangga Berkah

Rumah Tangga Berkah

Rumah tangga yang berkah adalah rumah yang seperti surga di dunia. Keadaan rumah tangganya kira-kira sebagai berikut: hanya ada suara rendah tanpa teriakan nada tinggi, selalu hadir bacaan al Quran dan dzikir, shalat berjamaah awal waktu, semua penghuni laki-laki ke mesjid, setiap pulang dari mesjid semua cium tangan ayahnya, makanan senantiasa tersedia untuk keluarga dan tamu, ngaji dan dzikir bersama habis subuh dan habis maghrib, bercengkrama sambil makan buah-buahan bersama di ruang keluarga, mendengar cerita gembira dan lucu, ayah pulang kantor selalu tersenyum, ibu menyambut dengan gembira disertai pijitan-pijitan kecil, jarang ada penghuni yang sakit, setiap minggu olahraga bareng, setiap bulan jalan-jalan ke luar kota, setiap tahun wisata rohani (umrah atau tadabbur wawasan ke luar negeri), tidak berhenti mengeluarkan sedekah subuh, mingguan, bulanan, atau tahunan, menjadi ‘pohon rindang’ tempat berlindung bagi keluarga besarnya, bagi tetangga dan sosialnya, menjadi rumah tempat menggembleng kader tokoh-tokoh masa depan, dan berbagai kebaikan-kebaikan lainnya.

Rumah Tangga Neraka

Rumah (tangga) neraka adalah sebaliknya: tidak hidup agama di dalamnya, dihidupkan dengan ‘uang panas’, berlangsung kebiasaan-kebiasaan syetan, terpapar banyak masalah seperti maksiat, zina, narkoba, atau berbagai kriminal lainnya, langganan masuk rumah sakit, bermasalah dengan tetangga dan sosial, selalu hadir musibah seperti kecelakaan, kehilangan, kebakaran, konflik-konflik horisontal, dipenuhi pertengkaran seisi rumah dan berbagai keburukan lainnya.

Pilih yang mana? Bersama malaikat atau syetan? Pasti semua sudah tahu jawabannya. Mulai dari mana? Jawaban yang paling sederhana adalah mulai dari mendirikan shalat.

Hadirkan Tuhan yang tunggal. Jadikan Ka’bah sebagai kiblat tunggal. Berimamlah kepada pemimpin negara yang tunggal. Perankan suami sebagai imam keluarga yang tunggal. Perbaiki diri dengan berimam pada Kecerdasan Tunggal. Hidup akan mudah, murah, dan menyenangkan. “Siapa yang tidak merasakan surga dunia maka ia tidak akan mendapatkan surga akhiratnya” Ibnu Taimiyah.

Farid Poniman
Penemu STIFIn

TINGGALKAN KOMENTAR

Ketikkan komentar anda
Please enter your name here