Sifat Paradoks Pada Mesin Kecerdasan STIFIn

0
121
Sifat Paradoks

Menurut KBBI Paradoks adalah : pernyataan yang seolah-olah bertentangan (berlawanan) dengan pendapat umum atau kebenaran, tetapi kenyataannya mengandung kebenaran. Jika kita kaitkan dengan Sifat pada Mesin Kecerdasan (MK) STIFIn, Sifat Paradoks adalah : suatu sifat yang dimiliki satu MK tetapi bertentangan (berlawanan) dengan sifatnya yang lain.

1. Sifat Paradoks Sensing

Sensing (S) Tahan Banting Tapi Manja
Tipe S jika berjerih payah mengeluarkan keringat hingga banting tulang sekalipun, maka rasa penat dan rasa sakitnyapun cenderung berhenti di urusan fisik semata, tidak sampai dibawa ke urusan psikis atau hati. Namun di balik kekuatan banting tulangnya ini tipe S merasa perlu didukung orang lain. Ia membutuhkan seperangkat sumberdaya dan dukungan konkrit untuk mudah menjalankan tugasnya. Pada bagian inilah orang S kelihatan manjanya dan kurang mandiri.

2. Sifat Paradoks Thinking

Thinking (T) Mesin Profit Yang Mahir Tapi Suka Terjebak Pada Hal-Hal Sepele
Alasan kenapa tipe T bisa diandalkaan jadi pencari keuntungan karena kemandirian dan sistematikanya dalam bekerja. Namun ketika ada tuntutan untuk berpikir besar, tipe T malah menghabiskan energinya pada hal-hal kecil yang remeh-temeh, tidak esensial, teknis, padahal seharusnya ia bicara hal strategis.

3. Sifat Paradoks Intuiting

Intuiting (I) Reformis (pembaharu) Tapi Kurang Sadar Musuh
Tipe I berjiwa pengusaha dan menyukai perubahan, karena itu ia selalu melihat peluang untuk melakukan perubahan untuk mengimplementasikan konsepnya. Namun terkadang apa yang akan direformasi selangkah lebih cepat dari jamannya atau keinginan banyak pihak. Hal ini membuat orang I sudah melangkah jauh di depan, sementara orang lain tertinggal di belakang.

Tipe I tidak memiliki interest untuk membangun platform. Baginya yang penting adalah memperjuangkan ide. Menurutnya ide adalah jalan terbaik untuk melangkah. Hal inilah yang membuat ia tidak sadar bahwa orang lain yang tidak terbawa atau tidak bisa mengikuti kecepatannya menjadi musuhnya. Mereka cenderung memiliki musuh bukan yang datang dari samping tapi justru datang dari bawah oleh karena arus bawah tidak suka dengan tipe I yang terlalu bersifat vertikal.

4. Sifat Paradoks Feeling

Feeling Visinya Jauh Ke Depan Tapi Mudah Menyerah
Tipe F layaknya seorang ideolog, pemimpin yang visioner, berani menghadapi arus yang melawannya, namun, sayangnya, kegigihannya seperti ‘hangat-hangat tahi ayam’, naik turun mengikuti mood-nya. Ketika ketidakstabilannya itu terbaca oleh lingkungannya mulailah muncul resistensi. Jika resistensi itu berlanjut pada skala yang lebih besar,
apalagi jika ditambah persoalan-persoalan lain yang bersifat teknis dan non teknis, membuat ia cepat menyerah.

5. Sifat Paradoks Insting

Insting (In) Generalis Tapi Tanggung, Tidak Tuntas
Tipe In memang serba bisa, responsif, cepat tanggap, pragmatis, dan berpikir holistik secara cepat, namun karena persentase pada empat belahan otaknya serba 50% yang membuat ia tidak menjalani pekerjaannya hingga tuntas.

TINGGALKAN KOMENTAR

Ketikkan komentar anda
Please enter your name here