Sebab Terjadinya Perceraian

0
53
Sebab Terjadinya Perceraian

Hormon cinta (oksitosin) adalah hormon yang memudahkan (wanita) melahirkan, memproduksi air susu, para pria dan wanita menyukai lawan jenisnya, dan memiliki pemahaman sosial. Jika kekurangan hormon cinta ini berakibat seseorang seperti ‘gagal paham’ akan asmara dan interaksi sosialnya. Ia seperti terasing dalam kesendirian di tengah keramaian. “Lu gak peka banget deh” kata temannya. Ilmu sosial menyebut jenis orang ini cenderung asosial, bahkan bisa antisosial, mudahnya disebut autis-dewasa.

Ia gak paham banget bahwa langkah-langkahnya diketawain orang. “Gas pol, gue kagak peduli, egepe, ngedableg aje, ini gue banget koq, banget-banget…terserah ape lu kate deh” ujarnya. Seperti tercerabut akar sosialnya. Yang penting ia kejar terus mimpinya. Hanya rem kehidupan yang menghentikannya. Kegilaan yang seperti ini yang bikin Elen Musk mencapai proyek-proyek mustahil.

Kali ini yang ingin dikupas adalah hormon cinta terhadap pasangan. Mengapa diantara para dreamer tersebut angka perceraian begitu tinggi? Tentu di jaman sekarang terjadi pemanasan hubungan yang meninggi. Angka perceraian meningkat. Hubungan pasutri bergeser dari transformasional dengan kedalaman hubungan cinta bergeser ke transaksional bertukar kepentingan. Kalau di kalangan para artis, nikah settingan itu sudah biasa.

Tetapi mengapa diantara para dreamer itu angkanya terlalu tinggi melebihi yang lain?

  • Jawaban pertama, kekurangan hormon cinta.
  • Kedua, keadaannya tidak dimengerti oleh pasangannya.
  • Ketiga, mudah terdisorientasi dari urusan rumah ke luar rumah. Bisnis atau karir lagi menanjak.
  • Keempat, nilai-nilai tradisi keluarga belum menancap kuat sehingga mudah mencari kebebasan.
  • Kelima, dan ini penyebab utama menjamurnya perceraian yaitu: kegagalan urusan kasur. Tidak lagi sekedar cukup ingin dimengerti sebagai pasangan, namun masih banyak lagi pernak-pernik yang diinginkannya. Perkara sederhana dibuat rumit. Tidak bisa dengan alokasi perhatian yang biasa, tapi harus ekstra perhatian. Di saat yang sama, ia memiliki eksitasi yang rendah (teori Pavlov). Muncul kerumitan ganda. Sehingga kebanyakan pasangannya tidak sanggup. Bahkan, yang memiliki hormon cinta double juga tidak sanggup menjadi pasangannya. Maka terjadilah perceraian.
  • Penyebab keenam, tidak menghadirkan agama dalam kehidupan keluarganya.

Memahami genetika aslinya para dreamer ini menjadi mudah untuk menjadi pasangan samara baginya ■ 090518

Farid Poniman
Penemu STIFIn

TINGGALKAN KOMENTAR

Ketikkan komentar anda
Please enter your name here