Menjadi Bos atau Menjadi Tukang

0
12
Menjadi Bos atau Tukang

Sudah dibentangkan apa perbedaan menjadi bos dan menjadi tukang. Kebanyakan orang tetap memilih tukang. Tidak bisa dipaksa. Ini bagian dari hukum alam karena akan ada 80% orang yang berebut rezeki 20%. Ini bagi orang yang berkelas tukang. Sementara yang berkelas bos hanya ada 20% orang untuk berebut rezeki 80%. Perbedaan kelas ini memang tidak dapat direkayasa. Akan terus begitu.

Sama-sama dokter, yang berkelas tukang mereka akan terus menekuni profesi dokter setinggi-tingginya hingga menjadi dokter spesialis dengan tarif termahal. Namun mereka tidak mau atau tidak mampu memiliki rumah sakit. Jika dokter tersebut berpikir untuk mendirikan rumah sakit dan memperbanyak rumah sakit dimana-mana, maka dialah yang berkelas bos.

Baca juga :

Apakah Susah Menjadi Bos ?

Banyak profesor tapi tidak punya perguruan tinggi sendiri. Insinyur tapi tidak punya developer sendiri. Trainer tapi tidak punya training center sendiri. Banyak perias tapi tidak punya salon sendiri. Nah inilah sederetan mereka yang memilih dan ditakdirkan menjadi tukang, bahkan lebih merasa nyaman berada disitu.

Apakah susah menjadi bos? Tidak! Tidak susah, ibaratnya hanya berpindah dari kolam main-main ke kolam yang dalam. Begitu diajari berenang sebentar, mereka akan merasa nyaman terus berada di kolam yang dalam, yang lebih banyak airnya. Jadi murni hanya masalah mindset di depan plus belajar nyali menjadi bos, kemudian jalani bisnis sebagai pengusaha. Capeknya sama. Kerumitannya sama. Hasilnya yang berbeda jauh.

Bos tidak hadir di training-training atau seminar-seminar publik. Ia memilih kelas ‘executive briefing’ atau kelas-kelas privat dengan senior-senior para bos yang sudah makan asam-garam. Keterampilan bisnis tidak bisa diajarkan di kelas. Magang dan terjun langsung yang dimentori akan mengasah feel bisnisnya.

Melalui kekuatan genetik anda, menjadi lebih mudah bertransformasi pindah dari kelas tukang menjadi bos ■ 100518

Farid Poniman
Penemu STIFIn

TINGGALKAN KOMENTAR

Ketikkan komentar anda
Please enter your name here