Mengelola Ruang Dan Waktu

0
54
Mengelola Ruang Dan Waktu

Ruang terbaik di seluruh alam semesta adalah Ka’bah. Waktu terbaik di sepanjang sejarah kehidupan manusia hingga akhir zaman adalah 23 tahun ketika Muhammad saw, memulai kerasulan hingga akhir hayatnya. Pada zaman now, waktu terbaik ketika kita melaksanakan haji. Bagi yang tidak mampu pergi haji waktu terbaiknya adalah malam-malam ganjil pada 10 terakhir ramadhan, dan sepertiga malam di sepanjang tahun.

Allah swt menebarkan RahmanNya kepada seluruh alam semesta, bagi umat Islam ataupun bukan Islam (noni). Ruang dan waktu, sebagai kesempatan yang sama, menjadi ukuran Ar Rahman tersebut. Muslim dan noni sama-sama berpeluang berprestasi berkat penguasaan ruang dan waktu yang diberikan oleh Sang Rahman. Secara bersamaan Allah swt. menurunkan RahimNya, sayangnya ini hanya diperuntukkan bagi yang muslim. Noni tidak diberi hak akan RahimNya. Sehingga ada peluang muslim mendapatkan keberkahan ruang dan waktu yang lebih baik.

Baca juga :

Bagaimanapun ini hanya peluang!! Betulkah muslim bisa memanfaatkan ini lebih baik? Jika betul dimanfaatkan maka nilai ruang dan waktu yang dimiliki umat Islam seharusnya lebih besar dari noni. Faktanya, negara adi kuasa ternyata tidak dikuasai negara Islam atau berumat Islam terbanyak. Berarti fasilitas Ar Rahman dan Ar Rahim tersebut belum dimanfaatkan sebaik-baiknya.

Mengelola Ruang Dan Waktu

Sekarang mari mengaca pada diri kita. Adakah kita telah mengelola ruang dan waktu kita dengan baik? Mumpung hari akhir ramadhan, telah maksimal kita membersihkan diri kita, mari muhasabah diri.

Berikut rangkaian pertanyaan tentang RUANG; Betulkah kita tinggal di negara terbaik, kota terbaik, kawasan rumah terbaik, titik rumah terbaik, keadaan rumah terbaik, rumah pemberi energi terbaik, hidup energi batin terbaik, dan sumber keberkahan terbaik datang dari rumah?

Berikut pertanyaan tentang WAKTU; punya waktu 24 jam, dikali 7 hari, dikali 12 bulan, dikali 63 tahun, tanpa sakit, tanpa mubazir, selalu menghasilkan, selalu bermanfaat, investasi akhirat masif, tiap tahun pergi haji, tiap malam tahajjud, tiada hari tanpa ngaji dan dzikir, dipertajam dengan shalawat, lebih banyak hal yang dibuat pada rentang waktu yang sama, dan waktu yang satu dengan lainnya terangkai menjadi bangunan dahsyat?

Jika aset RUANG dan aset WAKTU anda belum terkelola maksimal, mulailah mengenali aset lain yang bisa membuat lebih bijaksana mengelola ruang dan waktu, yaitu karakter genetik anda. Karena karakter genetik telah diciptakan sebelum dimensi ruang dan waktu diciptakan. Karakter genetik kita adalah aset terpenting agar kita berhasil kuasai aset ruang dan aset waktu ■ 140618

Farid Poniman
Penemu STIFIn

TINGGALKAN KOMENTAR

Ketikkan komentar anda
Please enter your name here