Memilih Pemimpin Amanah

0
60
Memilih Pemimpin

Memilih Pemimpin Amanah : Pada akhirnya akan ketahuan juga, amanah itu dipikul sebaik mungkin atau tidak. Kita semua punya amanah masing-masing, dalam kehidupan pribadi, keluarga, ataupun kehidupan sosial. Seorang pemimpin memikul amanah besar karena harus bertanggung jawab dengan jutaan rakyatnya. Makin besar amanahnya makin mudah mengantarkannya ke surga. Tapi jika amanah dikhianati makin mudahnya pemimpin diceburkan ke neraka. Setiap keputusannya berbicara kelipatan. Berdampak besar bagi banyak orang. Amanah besar, konsekuensinya besar.

Contoh, jika pembiayaan pembangunan tol standar internasional sebesar x per km, tiba-tiba faktualnya menjadi 2x per km. Harga tiket tol seharusnya y per km, tiba2 menjadi 2y per km. Demikian juga dengan pembangunan airport dan semua insfrastruktur lainnya. Pemimpin Thinking pasti akan teliti dalam hitung-hitungan pembiayaan. Namun kenapa semuanya menjadi tidak wajar? Pasti bukan di hitung-hitungan! Ini persoalan pemihakan. Siapa yang diberi untung lebih banyak? Ini akan berpotensi terjadi pengkhianatan besar.

Memilih Pemihakan

Bagi pemimpin bergenetik Thinking yang memiliki kekuatan adil dan objektif juga berpantang disetir orang lain. Ia memiliki karakter kemandirian. Namun suasana Indonesia suasana oligarki kekuasaan. Selalu ada ‘tangan-tangan besar’ yang mengatur Indonesia. Hal ini tidak bisa dihindari. Ada negara-negara super power yang mendikte Indonesia. Ada taipan-taipan besar yang mengangkangi Indonesia. Maka kemandirian pemimpin T menjadi fana.

Baca juga :

Masih ada ruang dan waktu untuk memperbaiki keadaan agar pemimpin T berhasil membangun infrastruktur kemudahan (asset) dan bukan membangun insfratruktur kesusahan (liabilities). Menjadi beban generasi Indonesia di masa yang akan datang.

Hikmah bagi kita semua adalah memilih pemimpin amanah itu pada akhirnya memilih pemihakan. Kepada siapa ia memihak? Jika pemimpin setidaknya berpihak kepada kekitaan itulah pemimpin negarawan. Ini level moraliti. Apalagi jika pemihakannya secara spiritual demi investasi akhiratnya, pasti ia akan berani melawan kekuatan besar yang mendiktenya demi pertanggung-jawaban kepada Tuhannya.

Pemetaan vertikal dan horisontal menjadi salah satu keunikan ilmu STIFIn. Semoga bermanfaat ■ 110618

Farid Poniman
Penemu STIFIn

TINGGALKAN KOMENTAR

Ketikkan komentar anda
Please enter your name here