Membuat Kebiasaan Terbaik

0
114
Membuat Kebiasaan Terbaik

Apa kebiasaan terbaik kita yang perlu dirutinkan? Yang mau dijalani dengan sungguh-sungguh! Tidak akan ditawar oleh situasi apapun! Yang tidak boleh ada alasan untuk gagal karena sebab apapun! Jawabannya hanya akan memungkinkan untuk kegiatan yang disukai. Yang ketika menjalaninya membuat kita exciting. Komitmen istiqamah akan muncul jika kita suka. Motivasi akan bangkit jika kita suka.

Persoalan terpenting disini adalah bagaimana membuat kebiasaan terbaik itu kita sukai? Ini harus diselesaikan dulu di awal. Bahkan jangan memulai beraksi jika kita belum mendapat pendorong yang kuat. Disinilah pentingnya kita mengenali genetik kita. Kesesuaian dengan genetik itu akan memunculkan comfortability dari dalam diri sendiri.

Baca juga :

Tidak Suka Menjadi Suka

Jangan bertanya bagaimana mengubah dari tidak suka untuk menjadi suka! Ini pertanyaan yang salah menurut STIFIn. Kalau sudah tidak suka sebaiknya tinggalkan saja. Fokus kepada apa yang kita sukai saja. Tapi perlu dicatat, ini hanya berlaku untuk pilihan jenis kebiasaan. Tidak bisa diberlakukan terhadap fardlu ain kita. Misalnya jangan sampai kita bilang, kita gak suka shalat. Juga hal ini tidak berlaku terhadap skor (skala vertikal). Misal, saya suka renang tapi hanya renang main, gak mau kalau harus renang latihan. Skor vertikal ini kaitannya dengan kenaikan matra. Maka motivasinyapun sudah merujuk kepada matra demi matra.

Anak-anak kita perlu dicetak untuk memiliki myelin tertentu. Sebagai contoh, membuat anak saya menyukai mengaji ini sudah satu perkara. Terbiasa mengaji adalah myelin. Membuat mereka sanggup mengaji 10 juz sehari ini perkara yang lebih besar lagi. Kami merasa tidak selalu berhasil membuat mereka berkomitmen. Selain belum cukup menggunakan menu genetik, juga belum berhasil menciptakan lingkungan kondusif dari keteladanan kami. Kamilah sebagai ayah bunda yang harus mencontohkan kepada mereka. Kalau bagi kita terasa berat, apalagi bagi anak-anak kita. Tidak ada alasan kita sesibuk apapun.

Intisarinya adalah kebiasaan terbaik yang sungguh-sungguh memang perlu didisain sebaik mungkin. Biar jelas akan dibawa kemana kita sendiri dan anak-anak kita ■ 280618

Farid Poniman
Penemu STIFIn

TINGGALKAN KOMENTAR

Ketikkan komentar anda
Please enter your name here