Leadership Qolbu Peran Alaminya Feeling

0
78
Leadership Qolbu

Leadership Qolbu ; Akal dikelola, qalbu dipimpin. Karena sesungguhnya qalbu tidak bisa membuat: garis yang tegas, bidang yang berbatas, dan ruang yang solid. Qalbu serba cair, mengalir, fleksibel, sulit dikotak-kotakkan, sulit ditertibkan tangga-tangganya, bermetamorfosis, bertransformasi, mengandung emosi, berperasaan, dan berjiwa. Analogi mudahnya: laki-laki mudah dikelola, sedang perempuan mesti dipimpin.

Sekarang anda bayangkan, tiba-tiba pasukan kita ngadat tanpa alasan yang jelas. Tiba-tiba anak-anak kita tidak mood untuk belajar. Tiba-tiba bawahan kita menjadi penghasut gara-gara ada hal yang tidak disukai dengan bosnya. Persoalan kecil jadi besar karena dibumbui. Tiba-tiba meledak masalah di kantor gara-gara pendelegasian kepada timnya tidak tuntas. Tiba-tiba lingkungan kerja dipenuhi kasak-kusuk saling memprovokasi. Terhadap semua persoalan tersebut tidak bisa pakai resep ‘stick and carrot’, tidak bisa ‘meritocracy’, tidak bisa ‘law enforcement’ karena qalbu tidak mudah ditertibkan.

Leadership Qolbu

Untuk mengatasi masalah-masalah seperti di atas serahkan kepada pemimpin Feeling.

  • Kesampingkan dulu aturan main.
  • Hindarkan dulu hal-hal yang menimbulkan jarak psikologis.
  • Beri mereka perhatian. Tunjukkan kasih sayang kita yang tulus pada mereka.
  • Kemudian selami masalahnya. Hingga tahu motivasi pemicunya apa.
  • Masuklah ke psikologi mereka hingga mereka yakin bahwa kita adalah teman mereka.
  • Ajak bicara dari hati ke hati. Bikin nyaman suasananya.
  • Carilah pintu masuk untuk menarik mereka kembali normal.
  • Gunakan gaya komunikasi alfa yang teduh.
  • Semburkan energi cinta dalam ajakan-ajakan halus kita.
  • Jangan bahas semuanya. Cukup cari tipping point yang menjadi emosi terdalam mereka.
  • Sentuh lebih pribadi bagian emosi terdalam tersebut.
  • Katakan bahwa anda bersama mereka. Untuk bangkit dan memulai kembali.
  • Kemudian beri waktu untuk mereka menangis dan meluahkan perasaannya.
  • Beri waktu mereka untuk merenung.
  • Setelah mereka kembali bangunlah kesepakatan yang bikin mereka nyaman.

Duuh kalau setiap pemimpin mesti begitu terlalu panjang dan melelahkan. Itulah yang gak mampu dilakukan genetik lain, kecuali yang sudah naik maqam. Dan pemimpin Feeling aslinya akan mampu melakukannya, kecuali bagi yang Feelingnya gak berkembang. Belum terlatih jiwa kepemimpinannya. Belum berada di peran alaminya sebagai pemimpin qalbu (Leadership Qolbu) ■ 130518

Farid Poniman
Penemu STIFIn

Baca juga :

TINGGALKAN KOMENTAR

Ketikkan komentar anda
Please enter your name here