Fondasi Mental Dan Moral

0
55
Fondasi Mental Moral

Manusia terdidik justru agar mampu membangun ‘rumah kehidupan’ yang kuat, dimulai dari membangun fondasinya. Bagi yang beragama Islam sesungguhnya sangat sederhana, tidak diperlukan yang lain, cukup dengan Al Quran saja. Inipun kebanyakan muslim gagal meyakini hal ini. Hanya mereka yang mukmin saja yang meyakininya. Tanpa agama ‘rumah kehidupan’ yang dibangun hanyalah ibarat ‘rumah pasir’.

Mari kita urai secara universal

Fondasi mental menjadi orang yang amanah, bertanggung jawab, berdedikasi, berintegritas, dan berkomitmen menjadi keperluan MUTLAK yang tidak bisa ditawar. Sebaliknya menjadi pengkhianat akhirnya akan jatuh miskin, karena akhirnya tidak menguasai sumber kehidupan. Ruang gerak kehidupan akhirnya ditutup sendiri oleh pengkhianatannya. Setelah membangun fondasi mental kemudian harus membangun

Fondasi moral. Yaitu menjadi seberapa bermanfaat dirinya untuk orang lain. Semakin ia bermanfaat semakin kuat fondasi moralnya. Termasuk memberi manfaat lebih berjangka panjang. Sebaliknya pengkhianat sosial bermoral sebaliknya yaitu selalu berpegang pada seberapa bermanfaat orang lain dan sekitarnya untuk dirinya. Berbagai manipulasi sosial dilakukannya pada akhirnya hanya sekedar menggali ‘kuburan sosial’-nya sendiri.

Fondasi mental dan moral tersebut bukan hanya sekedar nilai yang hidup di kepala kita sebagai norma-norma. Ia harus mewujud konkrit memiliki tiang-tiang dan bangunan rumahnya. Semakin besar bangunan rumahnya berarti semakin kaliber kehidupan orang tersebut. Yaitu ketika anda berharta banyak, bertahta tinggi, berdaya-cipta hebat, berpasukan kuat, dan atau berjaringan luas.

Insyaallah membangun semua itu akan lebih mudah berfondasikan personaliti genetik anda sendiri, yang oleh karenanya anda menjadi layak ditunjuk sebagai khalifahNya ■ 210518

Farid Poniman
Penemu STIFIn

TINGGALKAN KOMENTAR

Ketikkan komentar anda
Please enter your name here