Elan Vital Gerakan Kultural

0
42
Elan Vital Gerakan Kultural

Elan vital sebagai Gerakan kultural di Indonesia. Secara mudahnya elan vital diartikan sebagai semangat hidup (kembali) yang menyala-nyala memperjuangkan sesuatu yang begitu penting.

Masyarakat Indonesia yang bergenetik Feeling kerap mendapatkan elan vitalnya bila berkait dengan gejolak sosial. Bergerak dari satu ekstrim kepada ekstrim yang lain.

Bila sebelumnya selalu disuguhi tebar pesona kemudian muncul elan vital baru yang menghendaki kerja, kerja, kerja. Sepertinya sekarang sudah mulai muncul elan vital baru karena merasa dibohongi. Elan vital yang serius karena ingin mengganti sosok. Seolah gak penting siapapun penggantinya, yang penting harus diganti. Kebohongannya sudah dianggap melukai hati masyarakat.

Baca juga :

Gerakan Kultural

Masyarakat yang mana? Cukuplah Pulau Jawa yang memulai elan vital tersebut dengan simbol perjuangan melalui kaos. Indonesia akan ikut bergoyang. Pengamat independen menyebut hal itu sebagai gerakan kultural. Sepertinya akan membesar dari minggu ke minggu. Lebih banyak lagi kaos dibeli pakai uang sendiri dan lebih banyak lagi yang tampil terbuka.

Tidak bermaksud membahas aspek politiknya, melainkan mengkaji sebab-sebab terjadinya elan vital. Mengapa masyarakat Indonesia memutuskan segala sesuatu terlalu emosional. Dan mengapa kemudian ingin menyelesaikan secara emosional kembali. Masyarakat yang bergerak dari urusan hati ke urusan hati, dari ujung yang satu ke ujung yang lain. Inilah gambaran masyarakat bergenetik Feeling. Dan akan terus begitu.

Masyarakat yang digiring dan tergiring dengan suara tokoh. Bukan masyarakat yang membaca riset dan mempertimbangkan dengan kematangan logika. Mudah sekali tergiring oleh opini sosial.

Mudah-mudahan elan vital kali ini bukan sekedar emosional melainkan datang dari jiwa kemanusiaan yang lebih dalam maknanya. Api birunya masyarakat Feeling ■ 010518

Farid Poniman
Penemu STIFIn

TINGGALKAN KOMENTAR

Ketikkan komentar anda
Please enter your name here