Alat Tes Sidik Jari STIFIn Personaliti

0
96
Alat Tes Sidik Jari STIFIn

Alat Tes Sidik Jari STIFIn hanya menjawab 2 pertanyaan yakni :

  1. Ada 5 belahan otak manusia, bagian manakah yang menjadi belahan otak dominannya?
  2. Pada belahan otak yang dominan tersebut dimana lapisan otak yang dominan, lapisan dalam (introvert) ataukah lapisan luar (extrovert) ?

Dengan menjawab dua pertanyaan itu maka terkuaklah jutaan informasi yang bisa dibahas dengan pendekatan berbagai teori tentang manusia. Hal ini sekadar untuk menunjukkan bahwa hasil alat tes sidik jari STIFIn bukanlah ramalan, apalagi tebak-tebakan. Konsep STIFIn jauh dari semua bid’ah ilmu pengetahuan itu.

Meski begitu, para ilmuwan psikologi arus utama, (harus disebut arus utama karena ada juga sebagian psikolog yang tidak seperti ini), masih belum bersedia menerima dan mengakui alat tes di luar yang dipakai selama ini, pencil and paper dan alat ukur ilmiah lainnya, yang sesungguhnya berkecenderungan hanya memotret fenotip. Mereka dinilai melanggar kode etik jika mengakui tes di luar alat tes yang dipakai selama ini.

Karenanya kita, STIFIn, ketimbang membuang–buang waktu berdiskusi mengenai alat tes yang bisa berubah menjadi diskusi warung kopi alias debat kusir, tinggalkan saja diskusi tentang alat tes, dan ajak para ilmuwan psikologi untuk berdiskusi mengenai Konsep STIFIn, supaya produktif.

1. Cara Kerja Alat Tes Sidik Jari STIFIn

Sepuluh jari Anda di-scan. Data guratan atau sidik jari Anda diolah oleh aplikasi komputer untuk menentukan belahan dan lapisan otak yang dominan. Setelah mengetahui belahan dan lapisan otak dominan, kemudian diketahuilah jenis Kecerdasan Anda, salah satu diantara 5 Mesin Kecerdasan dan salah satu diantara 9 Personaliti Genetik. Pertanyaan intinya yang selalu ditanyakan setiap orang adalah apa hubungan antara guratan sidik jari dengan otak.

Sebagaimana sifat teknologi yang terus berkembang mengikuti kemajuan ilmu pengetahuan, alat tes sidik jari STIFIn tentu saja memiliki peluang untuk diperbaiki. Bahkan mungkin suatu saat diganti dengan alat tes yang mengikuti perkembangan teknologi terbaru yang terus bergerak ke depan. Jika sekarang berdasarkan sidik jari, bukan tidak mungkin kelak menggunakan jenis tes biometrik lain yang lebih lengkap, katakanlah kornea mata, atau bahkan lebih jauh lagi menggunakan tes DNA ketika pada suatu saat uji klinis DNA nanti sudah bisa dimassalkan dengan harga yang murah.

TINGGALKAN KOMENTAR

Ketikkan komentar anda
Please enter your name here